Ahli jelaskan cara menurunkan berat badan dengan mudah dalam 30 detik, penasaran?

By | March 25, 2021


Sehatdong.com – JAKARTA. Proses menurunkan berat badan tak mungkin terjadi dalam waktu singkat. Padahal sebenarnya, ada cara yang sangat mudah untuk dilakukan dan sangat efektif menurunkan berat badan, yaitu praktik mindfulness. 

Menurut ahli diet terdaftar, Mackenzie Burgess, RDN, hanya dibutuhkan waktu 30 detik untuk melakukannya. 

“Praktik mindfulness membantu menurunkan berat badan dan bahkan mempertahankannya, jika Anda melakukannya secara konsisten,” jelas Burgess. 

Setiap beberapa jam sepanjang hari, Burgess menyarankan untuk meluangkan waktu 30 detik untuk memeriksa rasa lapar dan kenyang Anda. 

“Saya memberitahu klien saya untuk memikirkan rasa lapar dan rasa kenyang dalam skala 1 sampai 10 dengan 1 sangat kelaparan dan 10 sangat kenyang,” katanya. 

Baca Juga: Sayang dilewatkan, ini 8 manfaat buah naga untuk kesehatan

Yang terbaik adalah tetap berada di tengah skala ini. Sehingga, dapat membantu Anda menghindari asupan kalori berlebih dan waktu yang terlalu lama tanpa makanan. 
Misalnya, jika Anda merasa kenyang setiap kali makan, ini mungkin pertanda Anda makan melebihi kebutuhan energi Anda. 

Di sisi lain, mengabaikan rasa lapar terlalu lama dapat menyebabkan kelaparan dan makan berlebihan, yang selanjutnya akan menyebabkan penambahan berat badan dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Jenis diet ini bisa jadi pencegahan virus corona? Cek Laporannya

Sebaliknya, meluangkan beberapa detik setiap hari untuk memeriksa kondisi tubuh Anda dapat membantu Anda tetap bersemangat dan mencegah berat badan ekstra yang tidak diinginkan. 

Senada dengan Burgees, Mary Wirtz, MS, RDN, CSSD, ahli gizi terdaftar menyarankan untuk menggunakan teknik ‘halting’, di mana Anda berhenti sejenak sebelum makan. 

“Saya mendorong klien untuk berhenti selama 15 hingga 30 detik sebelum menyantap camilan atau makan besar,” kata Wirtz. 

“Ini mungkin tampak seperti perubahan kecil, tapi dapat berdampak besar pada kesehatan,” imbuhnya. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *