Begini 5 cara mengontrol kadar asam urat dalam tubuh

By | December 25, 2020


Sehatdong.com – JAKARTA. Penyakit asam urat dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, penyakit ini dapat menyebabkan sendi membengkak, nyeri tak tertahankan, terkadang disertai rasa panas. 

Gejala asam urat tinggi kerap muncul di persendian jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Untuk memastikan tingginya kadar asam urat seseorang, dibutuhkan pemeriksaan darah. 

Cara menyembuhkan asam urat secara total biasanya dilakukan dengan meringankan gejala penyakit dan menjaga kadar asam urat agar tidak melonjak. Untuk meringankan rasa sakit saat asam urat tinggi, Anda bisa menempelkan kantong es pada sendi yang terasa nyeri. 

Dokter biasanya juga meresepkan obat asam urat berupa pereda rasa sakit dan obat untuk menurunkan kadar asam urat. Selain itu, cara untuk menyembuhkan asam urat agat tak kambuh lagi bisa dengan memodifikasi gaya hidup. 

Baca Juga: Wow! Minum kopi dipercaya bisa menurunkan kadar asam urat

Melansir buku Solusi Sehat Mengatasi Asam Urat & Reumatik (2009) oleh Redaksi AgroMedia, berikut cara mengontrol kadar asam urat: 

1. Membatasi konsumsi protein 

Dalam kondisi normal, konsumsi zat purin yang banyak terdapat dalam protein boleh mencapai 600-1.000 miligram per hari. Namun, untuk penderita asam urat konsumsinya dibatasi hanya 120-150 miligram per hari. 

Penderita asam urat hanya boleh mengonsumsi asupan protein antara 50-70 gram per hari. Bila kadar asam urat di atas normal (lebih dari 7mg/dl), Anda sama sekali tidak disarankan mengonsumsi asupan tinggi purin. 

Baca Juga: Ini 4 tahapan gejala asam urat sesuai tingkat keparahannya

Asupan dengan kadar purin sedang masih boleh dikonsumsi, namun takarannya dibatasi. Konsumsi daging, ayam, dan ikan hanya boleh dikonsumsi 50-75 gram per hari. 

Sayur dengan kadar purin tinggi seperti bayam, asparagus, atau kangkung sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 100 gram per hari. Sedangkan tahu, tempe, dan oncom boleh dikonsumsi maksimal 50 gram per hari. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *