Cegah Diabetes Dengan Diet Seimbang

woman_diabetes

Penderita diaebetes senantiasa menyeimbangkan antara asupan makanan dan kadar gula darah. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh mereka yang baru saja didiagnosa sebagai diabetesi (sebutan bagi penderita diabetes) adalah “apa saja yang bisa saya makan?”. Untungnya, menjadi diabetesi bukan berarti harus mengikuti tipe pola makan yang kaku. Bahkan, konsep diet diabetes sesungguhnya adalah mitos. Pola makan tersehat untuk mereka sebenarnya sama saja dengan pola makan untuk non-diabetesi.

Satu lagi, menderita diabetes bukan berarti harus meninggalkan makanan favorit atau menolak undangan makan-makan di restoran. Semuanya masih dapat dilakukan. Hanya saja, menjadi diabetesi berarti harus sedikit menjaga apa saja yang diasup. Selain itu, bukan berarti juga harus menghindari gula, karena semua orang membutuhkan pola makan yang seimbang. Akan tetapi, harus ingat bahwa gula darah sangat dipengaruhi oleh asupan karbohidrat. Untuk mengendalikan gula darah, seorang diabetesi wajib memperhatikan jumlah karbohidrat dalam pola makannya.

Pola makan sehat untuk diabetesi adalah 25-30% lemak, 50-55% karbohidrat, dan 20% protein. Pilih jenis makanan dari semua grup makanan, termasuk sayuran, buah-buahan, daging, ikan, unggas, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, dan bijian utuh (whole grains). Selain karbohidrat, penting juga makanan kaya serat, misalnya buah-buahan, sayuran, tepung gandum, legume, dan kacang-kacangan. Demikian pula dengan ikan, seperti ikan cod, tuna, dan halibut. Ketiganya memiliki lemak dan karbohidrat yang rendah, dibanding daging dan daging unggas.

Untuk lemak, makanan seperti alpukat, kacang almon, dan buah zaitun (semuanya mengandung lemak tak jenuh) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Akan tetapi, jangan mengasup makanan tersebut terlalu banyak karena mereka mengandung lemak yang kalorinya tinggi.

Yang terpenting, cobalah terapkan pola makan dengan rumus 3J, yaitu Jenis beragam, Jadwal tetap, dan Jumlah cukup. Ini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah agar tetap stabil.

Barring Diabetes With A Balanced Diet.

Sufferers of diaebetes always balance between food intake and blood sugar levels. One of the questions frequently asked by those who have recently been diagnosed as diabetesi (for diabetics) is "what can I eat?". Fortunately, being diabetesi by no means have to follow a rigid diet type. In fact, the concept of the diabetic diet is in fact a myth. Tersehat diet for them is actually tantamount to a diet for non-diabetesi.

Another one, suffering from diabetes does not mean having to leave favorite food or declined the invitation dinner in the restaurant. Everything can still be done. It's just that, being a diabetesi means to be a little to keep just about anything diasup. In addition, it does not mean it should also avoid sugar, because everyone needs a balanced diet. However, it should be remembered that blood sugar is very influenced by the intake of carbohydrates. To control blood sugar, a diabetesi must pay attention to the amount of carbohydrate in food court.

Healthy diet for diabetesi is 25-30% fat, 50-55% carbs, and 20% protein. Select the type of foods from all the food groups, including vegetables, fruits, meat, fish, poultry, beans, low-fat dairy products, and whole grains (whole grains). In addition to the carbs, fiber-rich foods are also important, such as fruits, vegetables, wheat flour, legume, and nuts. Likewise with fish, such as cod, tuna, and halibut. All three have fat and low carbs, instead of the meat and poultry meat.

For fat, foods such as avocados, nuts, olives, and almon (all contain unsaturated fats) can help lower cholesterol levels. However, do not mengasup these foods because they contain too much fat is kalorinya high.

Most importantly, try applying it with the formula diet, i.e. the kind of diverse 3J, fixed Schedule, and the amount is enough. This can help control blood sugar levels in order to remain stable..

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply